Tag

Cast: Ariel Lin, Lee Donghae, Choi Siwon

Genre: Romantic

Author: PF Afrilliandrief

Based on Ariel Lin Music Video, Fireflies.

Pagi yang cerah, wangi asin laut dimana-mana.
Lalala..lalala..
Aku, dan kekasihku bernyanyi disepanjang perjalanan. Suasana hati kami pagi ini secerah awan biru di langit.
“kau sudah siap?” Tanya donghae, kekasihku.
“siaaaap!” jawabku semangat. Hari ini donghae mengajakku untuk menjemput sahabat karibnya. Katanya dia sudah 3 tahun ga pulang ketanah air karena kuliah di Negara orang.
Aku sangat menikmati perjalanan sampai-sampai ga sadar kalo ternyata mobil sudah berhenti tepat di depan stasiun. Donghae sudah keluar dari mobil untuk menjemput sahabatnya. Tiba-tiba kaca mobilku diketok. Ah, oppa. Kataku terkejut.
“hei jangan melamun gitu, kenalkan sahabat baikku, namanya siwon.” Kata donghae sambil membawa temannya kedepan kaca mobil.
Aku terkejut melihat sahabat kekasihku. Dia adalah siwon. Siwonku yang dulu meninggalkanku. Dia meninggalkanku bukan karena wanita lain, tapi karena keinginannya untuk bersekolah diluar Negara kami. Kami berpisah dengan baik-baik tapi tidak untuk komunikasi kami.
Sepeninggal siwon, aku selalu menyendiri di kamar. Menghiraukan ajakan bermain siapapun. Menghiraukan indahnya laut yang terhampar dekat rumah. Dipikiranku yang ada hanyalah siwon. Sampai ketika, datang seorang pria yang tiba-tiba masuk kerumahku. Aku terkejut dan dengan kasar segera mengusirnya. Dia bukannya pergi malah tetap mengetuk-mengetuk pintu dari luar rumah. Aku perhatikan dia, tingginya ga jauh beda dari tinggiku, rambutnya sedikit panjang, dan wajahnya…polos.
Melihat wajahnya yang polos akhirnya aku ijinkan dia masuk.
“maafkan aku nona, perkenalkan namaku lee donghae.” Katanya sambil menjulurkan tangannya. Aku tetap cemberut tanpa membalas tangannya. “hei, kau terlihat jelek kalau cemberut seperti itu.”
“ya!” protesku. Dia malah tertawa melihatku seperti itu.
“namamu?” tanyanya lagi.
“ariel lin, ariel.” Jawabku.
Begitulah perkenalan singkat antara aku dan donghae. Eh? Ternyata itu bukan perkenalan yang singkat! Esoknya dia datang lagi kerumah dan kali ini dia datang untuk menghiburku, dia  menunjukkan beberapa sulap dan berhasil membuatku tertawa. Esoknya lagi ia datang lagi dan berhasil membuatku tertawa lagi. Perlahan-lahan hati ini mulai menghangat lagi.
Kembali ke masa sekarang.
Karena mobil ini berkapasitas sedikit terpaksa aku duduk berhimpitan dengan siwon. Kami duduk dengan canggung. Canggung yang tidak disadari oleh donghae karena dia sibuk bercerita seputar pertemanannya dengan siwon. Aku, donghae dan siwon menghabiskan malam ini bersama. Rupanya siwon hanya bermalam satu hari disini. Mereka menunjukkan tari botolnya yang menurutku sangat lucu dan aneh. Dan malam harinya kami duduk menikmati hangatnya api unggun.
“siwon-ah, bagaimana dia? Cantik bukan?”
“hmm, ariel lin.. cantik.” Jawabnya
“bagaimana denganmu?” Tanya donghae padaku.
“si.. siwon.. baik.” Jawabku gugup.
“kuharap kalian bisa berteman dengan baik.” Kata donghae mengarah ke aku dan siwon.
Malam ini aku menjadi pendengar yang baik untuk kisah siwon dan donghae. Mereka asik mengobrol, mengenang masa-masa lalu mereka. Sehingga tanpa sadar aku jatuh tertidur.
“ariel, ariel. Bangunlah.” Donghae membangunkanku.
“kenapa?” jawabku setengah sadar.
“lihatlah, banyak kunang-kunang disini.” Segera kufokuskan pandangan dan benar saja, ada sekitar sepuluh kunang-kunang yang berterbangan disekeliling kami. Sekejap aku langsung mengalihkan pandangan ke siwon. Dan ternyata siwon juga sedang memandangku.
Dulu, sebelum kepergiannya 3 tahun yang lalu, siwon pernah memberiku beberapa kunang-kunang yang ditaro di dalam botol bening. Dia memberiku ketika kami masih bersama. Namun karena kita berpisah, aku segera melepaskan kunang-kunang tersebut. Aku dan siwon larut ke dalam kenangan masa lalu, masa yang tidak diketahui donghae.


Esok pagi..
“hari cepat sekali berganti, baru bertemu setelah sekian tahun dan sekarang kau harus pergi lagi, huh.” Gerutu donghae.
“hei donghae-ya, lain kali aku pasti mampir kesini lagi kok.” Ucap siwon.
Aku hanya bisa tersenyum melihat ekspresi keduanya.
“kau, jaga dirimu baik-baik disana. Dan segeralah pulang!” perintah donghae.
“iya, pasti-pasti. Dan kau jaga baik-baik dia disisimu.” Pesan siwon yang mengarah kepadaku. Aku hanya bisa tertunduk.
“aku pergi dulu.” Pamit siwon.
“hati-hatilah di jalan.” Kata donghae sambil memeluk siwon sebagai tanda perpisahan. Setelah memeluk donghae dia berjalan menghampiriku dan memelukku canggung. Kami tersenyum.
Kereta siwondatang, dan segeram embawanya pergi ke tujuannya.
“siwon-ah cepat pulang yaaa.” Teriak donghae. Kami tetap berdiam sampai keretanya menghilang dibalik bukit. “ayo, kita pulang.” Ajaknya padaku.
“iya.” Jawabku. Dan aku menggenggam erat tangan donghae lebih erat dari hari-hari kemarin. Aku mensyukuri bahwa donghae hadir disaat yang tepat ketika itu.

FIN